Mama…

Kata yang sangat nyaman dan menyenangkan untuk disebut

Mama…

Kata yang singkat namun penuh dengan seribu makna

 

Mama…

Kata yang selalu mengingatkanku akan seseorang yang penuh kasih sayang

Mama…

Kata yang selalu menyadarkanku akan seseorang yang penuh tekad dan pekerja keras

 

Mama…

Kata yang selalu membuat bibirku menyunggingkan senyum

Mama…

Kata yang kadang membuat air mataku menetes

 

Mama…

Kata yang mencerminkan seseorang yang begitu setia membesarkanku

Mama…

Kata yang mencerminkan seseorang yang tiada bosan mendukung dan menasehatiku

 

Mama…

Kata yang kangen kuucapkan kala dia jauh

Mama…

Kata pertamaku yang tiada akan pernah kulupa ucap sepanjang hidupku

 

Namun, Mamaku..

Tidaklah sebatas kata bagiku…

Tiada kalimat yang bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya aku

Tiada hal yang bisa membalas kasih dan pengorbanannya untukku,

 

Mama…

Aku mencintaimu…apapun hal jahat yang pernah kuucap dan kuperbuat padamu,

Tiada akan bisa menghapus sayangku padamu,

Aku benar-benar sangat mencintaimu…

Hanya doa yang bisa kuberikan padamu,

Semoga berkat dan perlindungan Tuhan selalu menyertai sepanjang hidupmu

 

Selamat hari Ibu … mamaku tersayang…

You really the greatest gift from God to me J

 

-22 December 2008-

December 21st, 2008 at 7:47 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Aku sangat bersyukur pada Tuhan yang memberiku kesempatan untuk berziarah setelah sekian lama aku tidak pernah melakukannya. Ziarah ini berawal dari ditawarinya mama oleh saudaraku, tepatnya ie2 ku, ikut rombongan lingkungan gerejanya. Kebetulan ada yang diberikan berkat Tuhan untuk mensponsori ziarah ini sehingga biaya per orang sangatlah murah, yaitu hanya Rp 550 ribu untuk 5 hari 4  malam. Karena mama tidak mungkin pergi sendiri maka dia mengajakku, serasa mendapat siraman air di gersangnya padang gurun, aku langsung mengiyakan. Tapi rencana Ziarahku sempat terancam batal karena 2 hari sebelum keberangkatan aku diserang sakit, tapi karena dah niatan dan juga kasihan dengan mama yang ingin sekali mengikuti ziarah ini, akhirnya aku kuatkan untuk berangkat juga.

 

Hari 1 dan 2 (Kamis malam-Jumat)

Aku dan rombongan berangkat malam, bertolak jam 7 an hari Kamis tgl 4 Dec 2008 dari depan rumah ie2 dengan menggunakan bus pariwisata Symphonie. Supir yang membawa kami Bapak Lufti, Bapak Irvan dan dibantu kenek Bapak Dedi. Busnya cukup nyaman dan bersih, selain ada toilet disediakan bantal dan selimut pula. Setelah berdoa bersama, kami segera bertolak menuju Kediri. Cobaan pertama, jalanan kota Jakarta kurang bersahabat, macet menyerang kami sehingga hampir 2 jam kami masih berada di daerah jakarta. Terlepas dari kemacetan Jakarta, bus kami mulai mulus berjalan di tengah gelap dan heningnya malam, tapi keheningan itu tidak berlaku untuk bus kami karena masing2 peserta masih merasa segar dan asyik berceloteh dengan sekitarnya J baru memasuki jam 11 suasana mulai perlahan2 hening, masing2 mencoba beristirahat. Sekitar jam 1 an pagi kami tiba di Losari, kami beristirahat sejenak, ke kamar kecil dan meluruskan kaki dan punggung kami yang mulai terasa pegal, setelah itu kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Kudus. Kami tiba di Kudus sekitar jam 8 pagi, lelah mulai melanda kami, rasa kantuk karena tidak bisa tidur dengan nyaman di bus. Di Kudus kami sarapan soto Kudus, yang ternyata lebih enak soto kudus blok m di jakarta, hehehe…rasanya berbeda di lidah kami. Setelah sarapan dan bebersih sekadarnya kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke Kediri, makan siang kami lakukan di bus. Kami tiba di Kediri, Puh Sarang sekitar jam 4 sore, benar2 terasa lelah, seluruh badan terasa pegal setelah kurang lebih 21 jam melakukan perjalanan dengan bus. Malam  itu kami menginap di Wisma Bethlehem, aku dan mama sekamar dengan Oo dan Cella. Penginapan kami bersih dan cukup nyaman. Setelah mandi dan istirahat sejenak kami memulai ziarah kami dengan Jalan Salib pertama di Puh Sarang sekitar jam 5 an. Jalan salib pertama ini cukup khikmat di tengah2 kelelahan yang melanda kami, kami tetap sangat bersyukur atas kesempatan ini. Diorama perjalanan salib Yesus di Pus Sarang besar2, patung2nya seukuran dengan manusia, cukup merefleksikan perjalan salib Yesus. Sekitar 1 jam an kami melakukan jalan salib, dan tibalah kami di Goa Maria. Di sana kami berdoa pribadi. Di tengah heningnya malam, kami masing2 berdoa dengan khusyuk, bersyukur dan menyerahkan diri kepada Allah Bapa dan memohon perantaraan Bunda Maria untuk setiap permohonan kami. Kudoakan juga teman2 yang meminta dukungan doa, tapi dari 9 teman ada 1 yang terlupa, hehehee, tapi tetap kudoakan di doa malamku kok J.Setelah puas mengeluarkan segala isi hatiku dan minum air suci, kami kembali ke penginapan dan mulai bersiap2 untuk beristirahat. Sempat chat dengan teman yang ternyata sangat mendukung dan selalu mendoakanku, terima kasih Guys … J

 

Hari 3

Arghhhh, aku mulai terbangun karena mendengar suara2 berisik di luar kamar..kulihat jam, baru jam 4 pagi, belum puas rasanya aku tidur karena memang tidurku tidak terlalu nyenyak. Kucoba tetap memejamkan mataku dan kembali ke alam mimpi tapi tidak bisa juga, akhirnya hanya tergolek bolak balik di kasur. Seisi kamarku juga mulai bangun dan akhirnya dengan mata berat aku bangun juga dan siap2 untuk mandi.Setengah 6 matahari sudah bersinar dengan terang, aku jalan2 kembali ke lokasi jalan salib dan goa maria karena semalam hanya terlihat remang2 saja. Jiwa banci fotoku mulai timbul, hehehe. Aku ambil beberapa gambar dengan HP ku dan memuaskan mata dengan pemandangan pagi yang indah di sana.  Setelah sarapan, kami berangkat dari Puh Sarang jam 8 pagi untuk menuju ke Jawa Tengah melanjutkan perjalanan ziarah kami, wah siap2 pegel lagi deh pantat J

Kami mulai perjalanan dengan doa pagi dan menyanyikan lagu2 rohani. Perjalanan pagi itu kami lalui dengan penuh semangat dan sukacita setelah semalam kami bisa beristirahat dengan normal di penginapan. Ada Pak Buyung yang mensponsori perjalanan ini dan Bu Meti sebagai ketua lingkungan Yohanes Rasul 1, mereka sangat lucu dan membawa keceriaan dalam perjalanan kami ini. Lelucon2 dan nyanyian mereka membawa tawa dan canda di tengah2 kami. Kami menuju Ponorogo, medan yang ditempuh cukup sulit untuk ukuran bus kami, tapi supir kami sangat handal walo sempat beberapa dari kami merem melek dan berteriak kecil saat jalanan yang kami lalui sedikit menyeramkan, seru banget, hehehe… Memasuki Ponorogo kami melihat keunikan2 ciri khas kota itu dan yang bikin aku melotot adalah, di sana banyak pohon Pete, hahahha…yap Pohon Pete, seumur hidup baru kali ini aku melihat poho pete, langsung teringat Fella, hihhihi… Ingin hatiku foto pohon itu sebagai foto oleh2 untuknya sayang tidak sempat J Karena jalanan yang kecil dan tidak cukup untuk bus kami, maka perjalanan ke lokasi Goa Maria De Fatima kami lalui dengan 3 Angkot kecil untuk mengangkut 40 orang peserta ziarah ini. Ternyata setiba di lokasi, tidak langsung kami temui Goa Maria, kami harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke atas. Wow…medannya sangat tinggi dan curam, untung tidak hujan sehingga jalanan tidak licin, dengan menuntun  mama, aku mencoba mendaki ke atas, cape banget euy..sendiri aja susah apalagi menuntun 1 orang lagi, beberapa kali mama beristirahat untuk mengambil napas, tidak lupa kuucapkan doa semoga mama kuat. Kuasa Tuhan memang sangat besar, kami semua selamat sampai di atas. Walo akhirnya mama memutuskan tidak naik sampai puncak Goa Maria, tapi tetap kami rasakan nikmat Tuhan. Kuwakilkan mama berdoa disana. Sayang Goa Maria ini kurang terawat, mungkin karena medan nya yang berat dan kurangnya pengunjung ke sana sehingga dana untuk mengembangkannya kurang. Setelah berdoa pribadi dan memasang lilin kami kembali menyusuri jalan tadi untuk turun kembali ke mobil yang menunggu kami untuk membawa kami kembali ke bus.

Kami kembali melanjutkan perjalan ke Yogya dan meninggalkan pohon2 pete di kejauhan, hehehe… Kami kembali melahap makan siang di bus, nyammm ayam kremes, enak banget apalagi lagi laper2nya J Setelah makan siang kami kembali berkaraoke ria, berisik banget deh, Cuma yah itu, kenapa lagu2nya musti lagu2 jadul yah, ada dewi yul, broery, Koes plus,dll trus juga ada lagu dangdut, mandarin dan keroncong bo, hahaha lucu juga ngeliat ibu2 dan bapak2 pada nyanyi sambil joget2. Karena terbatasnya waktu yang tidak memungkinkan kami untuk pergi ke 3 goa maria lagi, maka kami menghilangkan 2 goa maria di wonogiri dan langsung menuju Goa Maria Tritis di Wonosari, Jawa Tengah. Ternyata perjalanan jauh juga yah, kayanya ga sampai2. dari segar sampai lemes juga, akhirnya sempat tertidur juga di bus. Kami tiba di Tritis sudah jam 6 an, gerimis menyambut kami. Kami mulai khawatir karena medannya bahaya apalagi kalau malam2. Turun dari bus banyak yang menyambut kami menawarkan payung dan senter. Dengan tekad dan doa, kami mulai menyusuri jalanan menuju goa maria, jalan setapak yang bertambah licin karena hujan, kegelapan pekat yang hanya disinari cahaya2 dari senter kecil kami, dan jurang di sebelah kiri membuat perjalanan ini hening dengan sekali2 diiringi teriakan panitia untuk tetap berhati2 dan fokus agar tidak terpeleset. Tapi segala kesulitan itu terhapus sudah saat kami tiba di Goa Maria Tritis, goa alam yang besar dan menawan. Takjub kami melihat kuasa Tuhan, jauh dari keramaian kota, ada satu tempat dimana kami merasakan benar keagungan Tuhan. Di sana kembali kami melantunkan pujian dan doa pribadi kami. Kami engambil beberapa foto dan memanjakan mata dengan keindahan goa alam itu, sayang kami tiba di malam hari, pasti akan lebih indah pemandangannya jika siang hari J

Tidak bisa berlama2 di Tritis, dengan berat hati kami mulai meninggalkan goa Maria Tritis untuk kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke Kaliurang. Perjalanan pulang ke bus melalui jalan setapak yang berbeda,sedikit lebih jauh tapi sedikit lebih baik pula. Ada 1 hal yang aku amaze di sana, penduduk yang mebantu kami, menuntun kami, memberikan payung dan cahaya untuk kami ternyata tidak memaksa minta bayaran, mereka terima dengan sukarela berapapun yang kami berikan, mereka tidak menadahkan tangan seperti pengemis, kudoakan semoga berkat Tuhan melimpah bagi mereka semua.

Bus kami mulai melaju kembali, tapi sekian lama supir kami mulai merasa sepertinya kami menempuh jalan yang salah, jalanan semakin sempit dan sulit dilalui apalagi malam di desa sangatlah gelap, kami yang duduk di depan mulai merasakan sedikit tegang, bagaimana kalau kami benar2 salah jalan? Bus mana bisa berbalik arah di jalan sempit seperti itu? Tapi Tuhan memang begitu baik bagi kami, dia mengutus truk kecil yang muncul dari arah depan kami, supirnya menunjukan jalan dan mengingatkan kami bahwa di depan ada belokan yang patah dan kami diminta berhati2. Kami kembali melanjutkan perjalanan dengan doa yang tidak putus terucap, bravo untuk supir kami juga, dengan handal dia menguasai bus dengan baik, sehingga kami akhirnya dapat keluar dan menemukan jalan raya kembali, hah…leganya hati ini…

Perjalanan dilanjutkan ke Kaliurang, karena tidak ada nya panitia yang survey, kami sempat mencari2 penginapan yang kami tuju, akhirnya sekitar jam 10 malam kami tiba juga di Sedyo Mulia. Penginapan kecil, tidak sebersih dan senyaman Puh Sarang, tapi kami tidak boleh mengeluh, namanya juga ziarah yah J Lelah banget badan ini, rasanya males banget beberes, maunya langsung pluk…tidur, bahkan makan malam aja kayanya males banegt, dah ga ada tenaga..hehehe. tapi akhirnya kupaksakan makan sedikit karena takut masuk angin dan setelah bersih2 aku langsung tidur, karena besok pagi jam 6 kami akan mengikuti misa di Gereja Pakem,  Zzzzzz…..

 

Hari 4 (Minggu)

Tidurku malam ini cukup nyenyak walo paling hanya 4 jam an, Oo yang sekamar denganku bangun jam setengah 5 an, untungnya ada yang bangun, hehehe. Dia membangunkanku dan mama. Dengan malas karena enaknya bobo diiringi sejuknya udara di kaliurang, aku bangun juga, karena dari semalam tidak mandi bo, hahaha… buru2 kami mandi dan keramas, ternyata kami yang terakhir keluar …hihihi jadi malu dan tidak enak hati membuat yang lain menunggu. Jam 6 kurang beberapa menit kami menuju Gereja Pakem yang tidak terlalu jauh dari lokasi penginapan kami. Oh my God, ternyata misanya pakai bahasa Jawa..gubrak deh.. akhirnya dengan cengo kuikuti misa itu tanpa mengerti satu patah pun yang diucapkan, untungnya gereja katolik mempunyai tata cara yang sama dimanapun, jadi tetap dapat kuikuti urutan misa dengan baik J Herannya aku tidak merasa ngantuk loh biasanya kalo ke gereja di jakarta pasti ada nguapnya, hehehe. Selesai Misa, kami diberitahu warga gereja sana bahwa ternyata di gereja Pakem ada sumur yang sudah 25 tahun dan diyakini air suci. Akhirnya kami mengambil air itu, uniknya disana disediakan kendi2 kecil, yang bisa menjadi oleh2 juga buat kami bawa pulang ke jakarta J

Kembali ke penginapan, kami sarapan dengan soto, perkedel dan tempe bacem, lumayan lah… Nah, santapan rohani sudah kami terima, santapan jasmani juga sudah, dengan penuh semangat kami kembali melanjutkan perjalan ke tempat ziarah kami selanjutnya yaitu Goa Maria Sendangsono, Makam Romo Sanjaya, Museum Katolik di Muntilan dan Gereja hati Kudus Yesus di Ganjuran, Bantul.

Perjalanan pagi ini juga kami mulai dengan penuh sukacita, walau kelelahan mulai merasuki kami, tetap kami lantunkan doa pagi dan lagu2 pujian untuk Tuhan. Sekitar jam 11 kami tiba di sendang sono, sama seperti di Ponorogo, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi Goa Maria Sendang Sono dengan angkot kecil, kemudian kami membeli bunga untuk dipersembahkan kepada Bunda Maria tercinta. Di sana kami melakukan jalan salib ditengah2 hujan yang cukup deras menerpa kami, dengan berpayung ria kami mengikuti jalan salib. Lilin2 yang kami nyalakan memang agak susah dinyalakan dan ditegakan tapi melihat lilin2 itu nyalan di tengah2 hujan sangat mengangumkan, benar2 kuasa Tuhan walo akhirnya mati juga setelah kami melewati perhentian2 jalan salib itu. Medan jalan salib di Sendasono memang tidak seberat jalan2 salib sebelumnya, puji Tuhan, Tuhan menurunkan berkat hujan deras yang mengiringi jalan salib kami, walau dilihat dari sisi pemikiran manusia ini berat tapi kami merasakan ziarah kami benar2 sedang diuji J Selesai jalan salib, kembali kami berdoa pribadi melalui perantaraan Bunda Maria, beberapa dari kami kembali mengambil air sendang. Di sana kami bertemu dengan saudara seiman dari Timor Leste. Setelah itu kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan, tapi sebelumnya sempat sih beli oleh2 beberapa rosario dan patung Bunda Maria.

Kami menuju Makam Romo Sanjaya yang dikenal sebagai rohaniwan yang mengawali misi di Yogya. Makamnya berada di Muntilan bersamaan dengan makam para romo dan suster ordo Lidth. Di sana kami kembali berdoa pribadi. Kemudian, dengan berjalan kaki kami melanjutkan perjalanan ke Museum Katolik yang lokasinya bersamaan dengan sekolah Van Lidth. Wow, aku bisa melihat beberapa barang pribadi dari romo Sanjaya dan Romo Mangun dan beberapa sejarah perkembangan Katolik di sana.

Duh, cacing2 sudah berteriak nih…ya iyalah, wong dah jam 3 sore geto loh, kok ga makan2 yah, hehehe. Dari museum kami menuju ke rumah saudara Bu Mul, peserta ziarah yang berkenan menjamu kami makan di rumahnya. Kami dijamu dengan urap, bacem dan telur asin, sederhana memang, tapi nyam…apalagi makan bersama2, sungguh menyenangkan. Setelah itu ibu2 masih menyempatkan belanja, ga tanggung2 yang dibeli sapu dan cobek, hahaha  tidak lupa cemilan2 tentunya J

Puas makan dan istirahat, kami kebali ke bus  untuk menuju Gereja hati Kudus Yesus di Desa Ganjuran, Bantul. Hujan kembali menyambut kami setibanya di sana. Ditengah hujan kami berdoa. Ada yang mandi karena kami percaya air disana penuh berkat Tuhan, aku sendiri tidak karena lupa membawa baju ganti, akhirnya hanya mencuci muka, kaki dan tangan, sedikit kuminum air sendang di ganjuran J  Gereja ganjuran adalah salah satu gereja yang terkena gempa Yogya, kosternya meninggal dunia karena tertimpa bel gereja, karena saat gempa, beliau sedang membunyikan bel gereja itu. Di gereja itu juga ada Candi hati Kudus Yesus yang amazing, candi itu baik2 saja waktu ditimpa gempa. Awalnya aku bingung, kok gereja juga ada candinya yah, tapi kemudian aku menyadari bahwa candi dan segala patung yang ada hanyalah media untuk bisa membawa suasana doa yang labih hikmat, kuasa dan keberadaan Tuhan bisa terjadi dimana saja dan dalam bentuk apa saja, diluar pemikiran manusia. Aku sempatkan mengantri untuk berdoa di dalamnya, di dalam candi kecil itu, sangat kurasakan suasana doa yang sangat khusyuk, bagitu nikmat serasa bertemu dengan Tuhan langsung. Turun dari candi Hati Kudus Yesus, tidak boleh membelakanginya, jadi kuturuni tangga demi tangga dengan perlahan-lahan. Selesai berdoa, aku dan mama sempatkan beli oleh2 lagi, gubrak, ternyata rosario yang aku beli di sendangsono mahal bo, 2x harganya dibandingkan di Ganjuran ini, hiksss…tpi ngga papa deh J

Dari ganjuran kami langsung ke Kumentiran karena di sana kami akan makan malam di rumah Bu Lis, teman Ibu Meti. Yang punya rumah sih tidak ada, tapi kami tetap dijamu oleh saudara dan pembantunya. Malam itu kami makan Mi Jawa yang langsung dimasak oleh penjualnya di halaman depan rumah Bu Lis, lucu deh, musti ngantri dulu kaya bebek, hehehe. Masaknya masih pakai anglo, aku pesan mie rebus, nyam…hangat2. Setelah kenyang makan, aku, mama, oo dan ncek pergi menyusul teman2 lainyang sudah duluan ke Malioboro, kami cukup jalan kaki karena ternyata tidak terlalu jauh. Sayang di Malioboro kami tidak bisa terlalu lama, tidak sempat beli oleh2 juga, cukup melihat2. Pulangnya kami putuskan untuk naik becak,…tahu ga, ternyata muter2 Cuma 5 ribu …gubrak banget yah…bahkan karena kami minta diantarkan ke tempat bakpia, bapaknya mau Cuma dibayar 3 ribu, wow…yogya memang terkenal akan kemurahannya J kami beli oleh2 makanan dan langsung kembali ke rumah Bu Lis, kami bayar 5 ribu untuk bapak tukang becaknya karena jujur kasihan pada mereka, semoga berkat Tuhan juga melimpah untuk mereka.

Ternyata jam 9.30 waktu yang ditentukan untuk kembali ke rumah Bu Lis ditepati oleh peserta ziarah, mereka kembali pada tepat waktu. Setelah pembagian oleh2 yang sudah kami pesan sebelumnya dan dibelikan saudara Bu Lis, kami kembali ke bus dan kembali pulang ke penginapan di kaliurang. Arghhhhh……cape dan lelah banget apalagi hari ini Handphone mulai kumat lagi, tidak bisa terima dan kirim sms, hiksss, putus deh komunikasi dengan jakarta, hehehe tapi sukacita tetap menyertai sih, mungkin biar ziarahnya lebih konsen yah J Tiba di penginapan, kami langsung beres2 barang kami dan beristirahat karena besok pagi2 jam 5 pagi kami harus sudah berangkat agar sampai Jakarta tidak terlalu malam. Kupasang alarm jam 4 pagi, moga2 bisa bangun, Zzzzz….

 

 

Hari 5 (Senin)

Alarmku bunyi dengan berisik, hiksss…masih ngantuk banget, apalagi badan terasa sakit semua, aku benar2 merasakan cape yang sangat. Dengan berat kubangun dan bersih2. Kuberes2kan barang dan membawanya ke bus. Tampak di wajah kami masih pada ngantuk tapi senyum tetap terkembang, ternyata semangat masih ada di antara kami, hehehe. Jam 5 di sana sudah terang, kami mulai perjalanan kami dengan doa pagi dan lagu puji2an yang membakar kembali semangat kami, kemudian kami makan pagi di bus sembil menuju Goa Maria Waleri untuk melakukan Jalan Salib ke 3, jalan salib terakhir dalam perjalanan ziarah kami kali ini. Kami tiba di Waleri sekitar jam setangah 9, kami mulai melakukan jalan salib dengan pemandangan alam di sekitar kami dan udara yang sejuk, sayang nyamuknya itu loh, kedatangan kami serasa pesta bagi mereka, untung aku pakai celana panjang dan terbebas dari gigitan meraka, kalah deh nyamuk di lapangan bulutangkis, hehehe. Jalan salib kali ini juga tidak kalah berat, medan yang naik turun, sangat melelahkan, terlebih perut ku sangat sakit, kram, serasa diremes2, akhirnya di perhentian ke 7, aku tidak kuat, aku keluar dari rombongan dan mendahului mereka melalui jalan lain, Setelah ke toilet dan minum obat, sendirian aku langsung menuju ke goa Marianya, di sana aku berdoa pribadi, hening sekali, benar2 nikmat yang luar biasa dari Tuhan. Sayup2 kudengar rombonganku mulai mendekat, akhirnya mereka sampai juga, hebat, big applause untuk mereka, terutama untuk mamaku, kuasa dan cinta Tuhan sangatlah besar, mama yang aku takut tidak kuat, bisa menyelesaikan jalan salib ini, terima kasih Tuhan J Setelah semuanya sudah memasang lilin dan berdoa pribadi kami kembali ke bus. Oh ya, sebelumnya kembali ke bus, kami juga berjumpa dengan rombongan kecil dari Semarang yang sedang ziarah, mereka sedang melambung lagu2 pujian, tanpa sadar, kami juga ikut bernyanyi bersama mereka, sayang tidak bisa lama2 J

Kami malanjutkan perjalanan, aku mulai merasa tidak enak badan, perutku masih kadang2 sakit, badanku sakit semua, bahkan mama dan beberapa orang bilang badanku demam walo aku tidak merasakannya. Akhirnya sepanjang jalan, aku minum obat dan tidur. Perjalanan panjang kami lalui, sampai di Pekalongan, kami sempatkan mampir untuk membeli oleh2. Aku malas turun, aku lebih memilih tidur saja di bus. Sekitar jam 11, kami kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Mulai terasa para peserta ziarah kelelahan, walau begitu Pak Buyung, Bu Meti dan Tante Dede tidak henti2nya menghibur kami dengan nyanyian, cela2an lucu, tawa dan canda mereka, bravo, semangat mereka memang sangat mengangumkan J

Perjalanan pulang kami masih sangat panjang, puji Tuhan aku semakin merasa baik. Supir yang membawa kami juga sangat oke, mereka memang membawa bus dengan kecepatan yang cukup tinggi tapi kami percaya akan perlindungan dan penyertaanNya, kami percaya Tuhan juga yag memimpin Pak Supir, karena beliau mengendarai bus dengan sangat mantap J Jam 6 kami tiba di Indramayu, kami makan malah di sana, di rest padang atas traktiran Pak Buyung, hasil palakan Bu Meti dan Tante Dede, hahaha… Tidak terlalu lama di sana, setelah makan, membeli sedikit oleh2, kami kembali ke bus. Kami tempuh kegelapan malam dengan tidur, hehehe…dan membiarkan team pom pom girl dan bapak supir menjalankan tugas mereka J Perjalanan pulang kami cukup lancar, tidak ada kemacetan yang berarti, mungkin karena hari libur yah. Sekitar jam 9 kami mulai memasuki kota Jakarta, waaaaaaaaaa……dari pemandangan pematang sawah yang hijau2, kami kembali melihat gedung2 pencakar langit, kok belum apa2 sudah merasa kangen yah ma suasan desa yang indah J Jam setengah 10 kurang kami sudah tiba kembali di pos keberangkatan kami kami lalu yaitu di depan rumah Ie2. Wow, sudah banyak keluarga yang menunggu jemput peserta ziarah. Dengan teratur kami turun dari bus dan mengeluarkan barang2 bawaan kami. Dengan senyum dan sukacita, kami saling melambaikan tangan dan peluk cium, semoga ada kesempatan lain dimana kami bisa bertemu dan jalan2 bareng lagi, sapa tahu keinginan untuk ziarah ke Bangka yang dibicarakan di bus bisa terlaksana suatu waktu nanti J

 

Sungguh perjalanan ziarah yang sangat berkesan, berat dan melelahkan memang tapi sangatttttttt menyenangkan, benar2 full ziarah dengan sedikit rekreasi. Banyak nikmat, cinta dan kuasa Tuhan yang kurasakan dan kudapatkan dari Tuhan selama ziarah ini, semoga tidak akan pernah kulupakan dan kusyukuri setiap waktu.

Semoga juga setiap doaku dan doa titipan teman2ku yang selalu kulantunkan disetiap tempat dalam perjalanan ziarah ku ini didengarkan dan dikabulkan Tuhan, namun terjadilah segalanya menurut kehendakNya selalu, amin J

 

 

 

 

9 December 2008

December 9th, 2008 at 1:08 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Kapan terakhir kali mengalami kejadian/peristiwa yang menggembirakan?

Kalimat ini, kemaren terlintas dalam benak saya, tidak hanya untuk saya, tapi saya juga berpikir kapan terakhir teman2 dan keluarga saya mengalami hal yang membahagiakan.

 

Selama ini saya adalah orang yang selalu ceria dan tertawa, menjalani hidup apa adanya dengan positif thinking. Tapi dengan berjalannya waktu dan meningkatnya usia, saya juga mulai menyadari, hidup tidak sesederhana saat saya kanak2. Semakin banyak masalah yang timbul dimana saya terlibat langsung maupun tidak, tapi yang pasti tidak lagi bisa saya abaikan atau pura2 tidak tahu dan tidak peduli.

 

Puji Tuhan, beberapa tahun belakangan ini, saya bisa melewati setiap masalah dengan baik, mengubah ketidakbahagiaan kembali menjadi kebahagiaan, seberapa cepatnya proses pemulihan itu tergantung seberapa dalam saya terluka, seberapa dalam saya kehilangan, dan seberapa dalam masalah/kesedihan itu mengikat saya.

 

Beberapa waktu belakangan ini, saya kembali mengalami hal yang tidak membahagiakan, saya sedih, saya bingung, saya marah, saya sakit hati. Ketidakbahagiaan saya ini mempengaruhi orang2 tedekat saya, yang malah membuat saya semakin tidak bahagia.

 

Beberapa hari saya berpikir, kenapa hal ini terjadi, kenapa saya yang selama ini selalu ceria dan cuek bisa (lagi) mengalami ketidakbahagiaan? Semua orang berpikir saya orang yang tidak pernah ada masalah sehingga banyak dari mereka malah menumpahkan curahan hati mereka kepada saya… Tapi saat saya yang mengalami suatu masalah, saya sulit untuk mencurahkan perasaan dan pemikiran saya, selama ini saya pendam sendiri sampai saya bisa pulih kembali.

 

Tapi sekarang, saya bisa mulai terbuka karena ternyata saya hanya manusia biasa yang butuh dukungan dari orang sekitar saya. Saya mencurahkan segala uneg2 saya kepada sahabat2 terdekat saya, tanpa peduli benar atau tidak apa yang saya ucapkan atau yang saya lakukan, saat itu saya hanya ingin mengeluarkan segala kebetean yang saya rasakan. Saya juga berdoa mohon diberikan kedamaian, rasa memaafkan, ketulusan dan kedewasaan dalam iman, sehingga saya bisa memandang suatu masalah dari segala sisi, bukan hanya dari sisi saya. Tapi ternyata dengan curhat dan berdoa saja, saya belum bisa menemukan kebahagiaan saya kembali.

 

Sampai suatu ketika saya memutuskan untuk bertindak, tidak hanya komat kamit saat curhat dan berdoa. Saya berusaha untuk menerima keadaan yang tidak membahagiakan itu dengan lapang dada bukan dengan menolaknya atau menimpakan kesalahan pada orang lain, saya berusaha tersenyum kembali, tertawa kalau perlu walo awalnya sulit, saya paksakan kembali berpikir positif yang selama ini saya jadikan pegangan hidup, saya kembali menjalani hidup dengan tulus. Ternyata apa yang saya lakukan tidak sia2, saya mulai kembali bisa merasakan kebahagiaan dan bisa menikmati hidup, bahkan saya bisa menularkan kebahagiaan saya pada orang di sekitar saya. Bukan berarti dengan demikian masalah yang saya hadapi langsung hilang 100%, tp saya bisa mengurangi banyak ketidakbahagiaan dari masalah itu. Bahkan saya bisa merasakan dan mensyukuri berkat Tuhan lainnya, yang lebih banyak saya terima dibandingkan ketidakbahagiaan yang sempat saya alami. Dan kalau mau jujur dan positif thinking dengan penuh iman, dari masalah atau ketidakbahagiaan itu, saya sebenarnya mendapatkan berkat Tuhan juga, yaitu pengalaman hidup yang sangat berarti, semakin kuat dan dewasa dalam menghadapi masalah, menemukan cara efektif untuk mengusir ketidakbahagiaan dan kesadaran bahwa hidup tidak selalu terfokus pada diri sendiri dan masih banyak nikmat yang bisa saya rasakan.

 

Temans, jangan tanyakan ketidakbahagiaan apa yang saya alami, saya yakin kalau semua orang mempunyai masalah hidup yang berbeda2 yang menimbulkan ketidakbahagiaan. Saya hanya ingin mensharingkan beberapa tips yang mungkin bisa kalian coba untuk meminimalisasi atau menghilangkan ketidakbahagiaan dari masalah yang terjadi :

  1. Kebahagiaan selain bisa dirasakan, dia juga perlu diusahakan, terlebih saat musuhnya alias ketidakbahagiaan datang menerjang. Jangan berpikir kebahagiaan datang dengan sendirinya, dia suka agak sombong dan genit, minta dikerjar-kejar J
  2. Keluarkan saja uneg2 kita, tp jangan ke banyak orang yah, nanti dikira ngegosip, hehehe. Sebodo teing mau dibilang kasar kek, mau fitnah kek, mau kurang ajar kek, mau jahat kek… yang penting bisa melampiaskan kekesalan kita, jangan lupa bilang ke temen curhat kita kalo kita Cuma lagi ngedumel jadi kebenaran dan keakuratan curhatan tidak dapat ditanggung, hehehe… Kalo memang perlu, silahkan teriak dan nangis, lumayan loh, ngeluarin energi, sapa tahu bisa ngurusin badan sekalian J
  3. Berdoa…. selain curhat ke orang terdekat, jangan lupa, kita juga bisa curhat ke Bapa kita… ini malah psikolog terhebat di dunia… J Kita bisa ngeluarin semua kegalauan hati dan kesedihan kita tanpa perlu ditutupi (lah wong sebenarnya Bapa juga tahu kok, malah lebih tahu dari kita)… Cuma masalahnya ya itu, kaya saya kemaren, doa nya ga disertai keterbukaan hati untuk menerima feedback balik dari Bapa, jadi yah Cuma satu arah…sia2 deh… J
  4. Yang ga kalah penting nih, terima lah setiap masalah yang ada dengan lapang dada, jangan pura2 tidak ada/seperti sedang bermimpi, jangan pura2 tidak terlibat, jangan dihindari (bukannya pergi malah dikejar2 terus loh), jangan menimpakan kesalahan/ketidakbahagiaan pada orang lain. Niscaya, jika kita bisa menerima memang saat itu kita sedang ada masalah/tidak bahagia, kita malah bisa perlahan2 menghilangkan ketidakbahagiaan itu, karena kita tidak mungkin bisa menghilangkan jerawat di wajah kita jika kita selalu berpikir wajah kita mulus seperti pantat bayi dan tidak menerima kenyataan kalau kita berjerawat J
  5. Jalani hidup dengan selalu tersenyum dan tertawa (seperlunya yach, jangan mpe dikira gila) pada orang2 sekitar kita, kadang tersenyum pada orang yang tidak kita kenal juga bisa membawa perasaan bahagia. Tersenyumlah dengan tulus, jangan meringis… Senyum kita bisa membuat orang lain ikut tersenyum, dan melihat orang tersenyum pada kita, tentunya kita bahagia kan? Ini efek mutualisme atau malah efek ayam-telor mana lebih dulu? J Awalnya mungkin sulit, tapi jika kita usaha untuk selalu tersenyum lama2 gerakan bibir kita juga akan memberikan stimulan ke otak kita bahwa hidup itu indah yah J efek psikologis banget yah, hehehe…
  6. Positif thinking…wah ini andalan saya banget nih…semua temen2 saya tahu banget kalo saya orang yang selalu berusaha positif thinking, mpe ada yang bilang kadang kelewatan, hahaha… Tapi memang, kalau kita bisa positif thinking, kita menyadari banget kalo dunia isinya bukan kita saja, masalah/ketidakbahagiaan bukan hanya milik kita saja, setiap orang juga memiliki cara pandang yang berbeda2 dan bisa jadi berbeda dengan kita, setiap orang mempunyai kebutuhan, kepentingan, kebiasaan dan masalah masing2 yang kadang tidak sesuai dengan kita, dan setiap orang pada dasarnya baik… 
  7. Jalani segala sesuatu dengan tulus, dalam arti nikmati dan syukuri setiap rejeki (materi maupun bukan) yang kamu terima, termasuk setiap masalah/ketidakbahagiaan. Biarkan orang/keadaan menyakiti kamu tapi jangan pernah membalasnya (kalo ini ajaran nyokap saya..) J

 

Hmmm, apalagi yah…selama ini sih itu langkah2 yang saya jalani kalo lagi merasa tidak bahagia karena suatu masalah… dan puji Tuhan, saya menemukan/ mendapatkan kembali kebahagiaan saya walo masalah itu belum/tidak selesai.

 

Ini mungkin Cuma celotehan saya saja di saat kepribadian melankolis saya sedang mencoba menerjang, tapi sapa tahu dari beberapa tips di atas bisa membantu teman2 yang sedang tidak bahagia dan sudah lama ingin mengecap kembali rasa bahagia J

 

Love you guys…May you always realize that God bless you and be with you now and forever J

 

-8 October 2008-

October 8th, 2008 at 10:16 pm | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Temans…

Beberapa hari yang lalu aku nemenin mama melayat temennya yang meninggal. Saat itu, aku mengikuti kebaktian dan mendengarkan sharing dari salah satu dari anak temen mama itu.

Disharingkan perjuangan temen mama yang demikian hebatnya dalam menjalani pengobatan penyakit kankernya.

Di saat didiagnosa bahwa sel kankernya sudah berhenti dan tidak ada aktivitas lebih lanjut, di tengah kabahagiaan yang dirasakan, ternyata tidak lama kemudian, suatu pernyataan yang mengangetkan datang, bahwa kankernya sudah menyerang ke hati…kondisi tante terus menurun dengan cepat…

tapi di tengah penderitaannya menahan sakit, dia malah yang manguatkan keluarganya, di saat anaknya marah kepada Tuhan dan tergoncang imannya, dia yang mengembalikan imannya, hanya dengan satu kalimat yang diucapkan pertama kali kepada orang yang menjenguknya, yaitu : "TUHAN itu baik"

tanpa sadar, aku meneteskan air mata, selain simpati yang kurasakan, aku juga merasa malu, karena tante yang begitu menderita, tante yang kesakitan, tante yang pasti merasa tidak nyaman, tante yang mungkin dipenuhi ketakutan, masih bisa berkata "Tuhan itu baik"

sedangkan aku???? baru tersandung sedikit, sudah mengeluh …

baru panas sedikit sudah ngomel, baru keinginan tidak tercapai, sudah marah dan patah semangat…

aku kurang mensyukuri kesahatan, rejeki, nafas, cinta dan segala kebaikan Tuhan yang ada padaku…

aku berdoa, semoga aku tidak perlu mengalami sakit seperti tante untuk menyadari semua keberuntungan ku itu…

aku berdoa, semoga aku tidak pernah terlambat untuk menyadari : "Tuhan itu baik"

aku berdoa, semoga kalian juga … :)

just wanna share and remind all of you guys… "TUHAN ITU BAIK"

God bless you all my friends…

-22 April 2008-

April 22nd, 2008 at 8:26 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

apa sih yang kita miliki dalam hidup ini ?

nothing….semuanya pinjaman dari Yang Maha Kuasa….

air, udara, bumi, badan, harta, harga diri bahkan orang tua …..

jadi…apa yang yang perlu kita takutkan selain daripada Pemilik dari segala yang kita pinjem yaitu tidak ada selain Allah Bapa di surga….

hal ini kadang tidak kusadari sampai suatu ketika penyesalan datang menerpa…

kadang … hanya untuk mempertahankan sesuatu yang tidak penting manusia melepaskan sesuatu yang lebih berharga….

kadang…. hanya untuk mendapatkan sesuatu yang tidak kuperlukan,

manusia merelakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup…

tapi, ada sesuatu yang dapat menjauhkan aku dari penyesalan hidup,

menjauhkan aku dari penyesalan kehilangan sesuatu yang pada dasarnya bukan milikku…

yaitu IMAN…

aku selalu berdoa pada Tuhan,

jangan sampai aku kehilangan imanku kepadaNya,

karena dengan iman itu, segala sesuatu di dunia ini aku dapatkan….

dengan iman itu, segala sesuatu dalam hidupku berjalan di atas rel yang benar….

dan iman itu adalah satu2nya yang bukan pinjaman dalam hidupku…

iman itu adalah milikku dari Tuhan yang wajib kujaga selalu,

iman yang memberikan kedamaian dan berkat,

iman yang membuatku menebarkan kasih dan cinta,

iman itu adalah tiketku untuk masuk ke rumah Bapa….

semoga segala sesuatu pinjaman di dunia ini tidak akan pernah mengalahkan iman ku kepada Nya….

amin ….

April 27th, 2007 at 8:27 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Tuhan….,

28 tahun yang lalu tangan itu menggendongku dengan penuh kelembutan,

22 tahun yang lalu tangan itu menggandengku menuju taman kanak2…memberikan keyakinan pada diriku yang ragu dan takut …….

16 tahun yang lalu tangan itu memeluk dan memberikan kekuatan padaku saat Kau memanggil papa kembali padaMu…

6 tahun yang lalu tangan itu memberikan selamat padaku saat kelulusanku….

Tapi sepanjang tahun sampai umurku sekarang ya Tuhan….

tangan itu yang selalu menjagaku…

tangan itu yang terus bekerja demi membesarkan dan menyekolahkanku…

tangan itu yang selalu memberikan kekuatan saat sedih dan kecewaku…

Tanpa kusadari, waktu telah mengubah tangan itu…

waktu telah menciptakan keriput pada tangan itu….

waktu  telah mengambil kekuatan tangan itu…

waktu telah menyusutkan tangan itu…..

waktu telah membuatku menyadari betapa berharganya tangan itu,

dan lebih berharga lagi ….pemilik tangan itu…

yaitu MAMA….

Ya Mama….

Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang terindah bagiku,

seorang Mama yang penuh kasih sayang dan cinta yang demikian besar ….

For me,

She is the greatest Mom that I loved…

-21 April 2007-

April 21st, 2007 at 8:49 am | Comments & Trackbacks (2) | Permalink